Sabtu, 05 Maret 2011

PERTOLONGAN PERTAMA PADA SERANGAN JANTUNG

Bagaimana pertolongan pada serangan jantung?

Serangan jantung memerlukan pertolongan yang cepat dan tepat.

Katakanlah seorang anggota keluarga, orang yang anda sayangi atau tetangga anda mengalami serangan jantung mendadak. Apa yang dapat anda lakukan ?

Yang paling penting dan utama anda lakukan adalah menenangkan penderita - karena disamping nyeri angina - seorang dalam serangan jantung biasanya dihantui rasa takut yaitu takut akan mati.

Disamping itu anda juga harus menenangkan anggota keluarga agar supaya tidak panik.

Bila yang bersangkutan sudah pernah mengalami serangan jantung atau sudah diketahui bahwa dia menderita PJK iskemi sebelumnya, dapat diberikan nitrat dibawah lidah seperti Cedocard 5 mg, Isordil, Nitrobat atau Isorbid 5 mg dan diberikan Aspirin untuk dikunyah sebesar 300-500 mg.

Untuk yang baru pertama mengalami serangan jantung berikan Aspirin ½ tablet sampai 1 tablet untuk dikunyah, segera mungkin penderita dibawa ke UGD/Emergensi untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya.

Bila dokter yang bertugas sudah yakin bahwa penderita benar dalam serangan jantung akut sudah barang tentu penderita mendapatkan terapi yang sudah sesuai untuk itu.

Setelah mendapatkan oksigen dan pemasangan infus, bila penderita masih merasa kesakitan akan mendapatkan obat penghilang rasa sakit (pain killer). Obat penenang dan laksan diberikan agar penderita tidak perlu mengejan untuk buang air besar. Obat-obat lainnya diberikan tergantung indikasi .

Bila pasien datang kurang dari 12 jam sejak gejala pertama, dapat diberikan obat yang diharapkan dapat menghancurkan/melumerkan sumbatan yang terjadi , hal ini disebut trombolitik.

Obat trombolitik ini dapat diberikan langsung melalui suntikan intravena dilanjutkan dengan infus. Bila diperlukan dapat juga diberikan langsung ke dalam arteri koroner. Ini dilakukan di ruang kateterisasi bila perlu akan dilakukan direct/primary PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angiograplasty), yaitu membuka langsung pembuluh koroner yang tersumbat dengan memasukkan balon ke tempat sumbatan untuk kemudian dikembangkan dari luar sehingga pembuluh koroner yang tersumbat dapat dibuka kembali.

Dengan demikian maka aliran darah akan kembali seperti semula sehingga otot jantung terhindar dari kematian. Selanjutnya penderita akan di rawat di ruang intensif sebelum dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Bila semua tindakan diatas tidak juga memberikan hasil maka pilihan terakhir adalah dengan melakukan pembedahan yang disebut bedah pintas koroner dengan memasukkan pembuluh baru melewati lokasi yang mengalami penyumbatan yang distal graft. Graft ini dapat berasal dari pembuluh darah balik yang diambil dari kaki, atau arteri radialis di tangan. Dapat juga digunakan pembuluh darah yang memperdarahi susu yang disebut arteri mamaria. Bisa arteri mamaria kiri atau kanan maupun keduanya tergantung kebutuhan.

Setelah mengalami serangan jantung penderita dapat meninggalkan rumah sakit setelah 5-7 hari perawatan. Terutama pada serangan jantung mendadak tanpa komplikasi. Demikian juga pasca CABG penderita dapat pulang setelah perawatan di rumah sakit selama 5-10 hari.


Kesimpulan:

* Serangan jantung mendadak ditentukan bila ada nyeri dada khas infark disertai kelainan EKG khas infark dan atau kenaikan enzim jantung.
* Pengenalan dini PJK sangat diperlukan untuk mencegah serangan jantung mendadak yang dapat berakhir dengan kematian.
* Bila terjadi serangan jantung agar segera ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas untuk penanganan serangan jantung mendadak.
* Lebih cepat datang ke rumah sakit sangat menentukan perjalanan penyakit selanjutnya. Karena kedatangan ke UGD/emergensi kurang dari 6 jam setelah serangan pemberian terapi trombolitik akan sangat bermanfaat untuk dapat membuka pembuluh koroner yang tersumbat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar